HADITS - HADITS PALSU MENGENAI NISFU SA'BAN YANG WAJIB ANDA KETAHUI

Forummajlisilmu.com - Hadits-hadits tentang fadlilah amalan nishfu Sya'ban Banyak diantara kaum muslimin yang mengamalkan amalan-amalan tertentu pada malam nishfu Sya'ban, misalnya : berkumpul di masjid-masjid sesudah shalat Maghrib, lalu berdo'a dengan do'a-do'a tertentu, mohon dipanjangkan umurnya, banyak rezqinya, mohon ditetapkan iman, serta mati dalam husnul khotimah. Ada lagi yang melakukan shalat-shalat tertentu pada malam nishfu Sya'ban. Namun setelah kita pelajari, dalil-dalil amalan pada malam nishfu Sya'ban tersebut ternyata hadits-haditsnya dla'if, bahkan palsu. Oleh karena itu berikut ini kami ketengahkan diantara hadits-hadits tersebut, agar kita terhindar dari amalan-amalan yang tidak dilandasi dengan dalil-dalil yang kuat. maka dari iyu kita sebagai umat muslim di wajibkan menuntut ilmuagar kita tahu bahwa amalah yang kita lakukan itu sudah sesuai belum dengan Al-qur'an dan sunnah nabi. karna kalau tidak sesuai dengan tuntunan amalan kita sia sia belaka. Berikut ini Hadits- Hadits Palsu/ Lemah Berkaitan Nisfu Sa'ban...


 PUASA SYA"BAN
Dari Muhammad bin Marwan, dari Ibnu 'Umar, (ia mengatakannya dari Nabi SAW), "Barangsiapa pada malam nishfu Sya'ban membaca "Qul huwalloohu ahad" 1.000 X, dalam shalat 100 rekaat, maka ia tidak keluar dari dunia sehingga Allah mengutus dalam tidurnya 100 malaikat, 30 malaikat memberikan khabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk surga, 30 malaikat memberikan khabar kepadanya bahwa dia aman dari neraka, yang 30 malaikat menjaganya dari berbuat dosa kesalahan, dan yang 10 malaikat menjaganya dari orang yang memusuhinya. [Al-La-aaliul Mashnuu'ah oleh Imam Jalaaluddin 'Abdur Rahman As-Suyuthiy juz 2, hal. 50] Keterangan : Hadits ini maudlu' (palsu), kebanyakan para perawinya orang-orang majhul (tidak dikenal). 

SHOLAT 100 REKAAT SAAT MALAM NISFU SA"BAN
 Dari Mujahid, dari 'Ali bin Abu Thalib, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, "Hai 'Ali, barangsiapa shalat 100 reka'at pada malam nishfu Sya'ban, pada setiap reka'at membaca Al-Fatihah dan Qul huwalloohu ahad 10 X", Nabi SAW bersabda, "Hai 'Ali, tidaklah seorang hamba yang melaksanakan shalat-shalat ini, melainkan Allah 'Azza wa Jalla akan mengabulkan segala keperluannya yang ia minta pada malam itu". Lalu ada shahabat yang bertanya, "Ya Rasulullah, jika Allah Ta'aalaa telah menetapkannya orang itu celaka, apakah Allah akan menjadikannya bahagia ?". Nabi SAW menjawab, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan haq, hai 'Ali, 5 meskipun orang itu telah tertulis di Lauh Mahfudh bahwasanya si Fulan bin Fulan diciptakan sebagai orang yang celaka, maka Allah akan menghapusnya, lalu menjadikannya orang yang bahagia, dan Allah akan mengirim kepadanya 70.000 malaikat yang akan mencatat kebaikan-kebaikan untuknya, menghapus keburukan-keburukan darinya dan mengangkat derajatderajatnya hingga awwal tahun. Dan Allah akan mengutus 70.000 malaikat atau 700.000 malaikat di surga 'Adn untuk membuatkan kota-kota, istanaistana dan menanam pohon-pohon untuknya, yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan belum pernah terlintas di hati para makhluq keindahannya seperti taman-taman surga ini. Pada setiap surga seperti yang aku terangkan pada kalian, ada kota-kota, istana-istana dan pohon-pohon. Dan apabila ia meninggal dunia pada malamnya sebelum lewat setahun, maka ia mati syahid. Dan Allah Ta'aalaa akan memberi kepadanya pada setiap huruf dari Qul huwallohu ahad yang dibaca pada malam nishfu Sya'ban dari yang demikian itu dengan 70.000 bidadari, setiap bidadari diikuti oleh pelayan laki-laki dan perempuan, 70.000 pelayan-pelayan muda, 70.000 anak-anak muda, 70.000 penjaga rumah, dan 70.000 penjaga pintu. Dan setiap orang yang membaca Qul huwalloohu ahad pada malam (nishfu Sya'ban) itu, Allah mencatat untuknya pahala 70 orang yang mati syahid, dan akan diterima shalatnya yang ia lakukan sebelum itu dan akan diterima pula shalatnya yang akan ia lakukan sesudahnya. Dan jika kedua orang tuanya itu berada di neraka, kalau ia mendo'akannya, maka Allah akan mengeluarkan kedua orang tuanya itu dari neraka, selama kedua orang tuanya itu tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, sehingga keduanya akan masuk surga. Setiap orang dari keduanya itu akan memberi syafa'at 70.000 orang hingga akhir". Rasulullah SAW mengatakan demikian tiga kali. Nabi SAW bersabda, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan benar, sesungguhnya orang itu tidak akan keluar dari dunia sehingga melihat tempatnya yang telah Allah ciptakan untuknya di surga, atau akan diperlihatkan kepadanya. Demi Tuhan yang mengutusku dengan benar, sesungguhnya pada setiap saat dari saat malam maupun siang, yaitu 24 saat, Allah 'Azza wa Jalla mengutus 70.000 malaikat yang akan mengucapkan salam kepadanya, berjabat tangan dan mendo'akannya hingga ditiupnya terompet pada hari qiyamat. Dan pada hari qiyamat Allah akan mengumpulkannya bersama dengan Al-Kiroomul Baroroh (orang yang mulia lagi berbhakti), dan Allah akan memerintahkan kepada para malaikat pencatat, "Jangan kalian catat keburukan-keburukan pada hamba-Ku ini, dan catatlah kebaikan-kebaikan untuknya hingga setahun". Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat (nishfu Sya'ban) ini dengan mengharapkan kehidupan akhirat, maka Allah akan menjadikan (memberikan) untuknya bagian dari sisi-Nya pada malam itu". [Al-La-aaliul Mashnuu'ah juz 2, hal. 49] 6 Keterangan : Hadits ini maudlu' (palsu), kebanyakan para perawinya orang-orang majhul (tidak dikenal).

 Dari Ibrahim,ia berkata : 'Ali bin Abu Thalib RA berkata : Aku melihat Rasulullah SAW pada malam nishfu Sya'ban beliau berdiri shalat 14 rekaat, setelah selesai kemudian duduk, lalu membaca Al-Fatihah 14 X, Qul huwalloohu ahad 14 X, Qul a'uudzu birobbil falaq 14 X, Qul a'uudzu birobbinnaas 14 X, ayat kursi 1 X, dan Laqod jaa-akum rosuulum min anfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum, hariishun 'alaikum bil mu'miniina rouufur rohiim. (Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum kalian, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. QS. At-Taubah : 128). Setelah beliau selesai dari shalatnya, aku bertanya tentang apa yang aku lihat dari apa yang telah beliau lakukan. Maka beliau bersabda, "Barangsiapa yang melakukan seperti apa yang kamu lihat ini, maka dia mendapatkan pahala seperti 20 hajji mabrur dan seperti pahala shalat yang diterima selama 20 tahun, lalu jika di pagi 7 harinya ia berpuasa, maka ia seperti puasa selama 2 tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". [Al-Maudluu'aat oleh Abul Faraaj, 'Abdur Rahman bin 'Aliy bin Al-Jauziy juz 2, hal. 130] Keterangan : Ini hadits palsu, pada sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Muhaajir. Ibnu Hanbal berkata "Yadlo'ul hadits". (ia memalsu hadits).

NISFU SAY'BAN BULAN DUBUKANANNYA RAHMAD 

 Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, "Telah datang kepadaku malaikat Jibril pada malam nishfu Sya'ban, lalu berkata, "Ya 8 Muhammad, pada malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat dibuka. Maka berdirilah dan kerjakanlah shalat, kemudian angkatlah kepalamu serta dua tapak tanganmu ke langit". Aku bertanya, "Hai Jibril, apa arti malam ini ?". Jibril menjawab, "Pada malam ini telah dibuka tiga ratus pintu rahmat. Maka Allah Ta'aalaa mengampuni semua orang yang tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatupun, kecuali tukang sihir, dhukun, orang yang suka bermusuhan, peminum khamr, orang yang selalu berzina, pemakan harta riba, orang yang durhaka kepada kedua orang tua, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan tali shilaturrahim, maka sesungguhnya mereka itu tidak akan diampuni sehingga mereka itu mau bertaubat dan mau meninggalkan perbuatannya. Maka Nabi SAW keluar, kemudian shalat, dan beliau menangis di dalam sujudnya, sambil berdo'a (yang artinya), "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu dan kemurkaan-Mu, aku tidak bisa menyanjung dan memuji-Mu sebagaimana Engkau menyanjung dan memuji diri-Mu, bagi-Mu segala puji sehingga Engkau ridla". [Durratun Naasihiin oleh 'Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-Khaubawiy hal. 207] Keterangan : Hadits ini juga maudlu' (palsu), karena tidak didapati sanadnya. Demikianlah diantara hadits-hadits tentang nishfu Sya'ban, yang ternyata hadits-haditsnya dla'if, bahkan palsu. Walloohu a'lam.

Di antara hadits-hadits lemah dan palsu di bulan Sya’ban dan seputar malam nishfu sya’ban yang lainnya adalah sebagai berikut.

 DIAMPUN DOSA DOSANYA

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ


Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban, Dia akan mengampuni  dosa walaupun itu lebih banyak dari jumlah bulu yang ada di kambing Bani Kalb.” [Bani Kalb adalah salah satu kabilah di Arab yang punya banyak kambing]
Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. At Tirmidzi mengatakan bahwa beliau mendengar Muhammad (yaitu Imam Bukhari) mendhoifkan hadits ini. (Lihat As Silsilah Ash Shohihah, no. 1144)

 MEMINTA AMPUN DIAMPUNI
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Apabila datang malam nishfu sya’ban, maka hidupkanlah malam tersebut dan berpuasalah di siang harinya. Karena ketika itu, Allah turun ke langit dunia pada malam tersebut mulai dari tenggelamnya matahari. Allah Ta’ala berfirmaan (yang artinya), “Siapa saja yang meminta ampunan, Aku akan mengampuninya. Siapa saja yang meminta rizki, aku pun akan memberinya. Siapa saja yang tertimpa kesulitan, Aku pun akan membebaskannya. Siapa pun yang meminta sesuatu, Aku akan mengabulkannya hingga terbit fajar”.”
Hadits ini diriwayatkan  Ibnu Majah. Sanad hadits ini adalah lemah /Dhoif , bahkan menurut Syeikh Al Albaniii adalah maudhu’ (palsu) karena di dalamnya terdapat perowiii yang bernama Ibnu Abi Sabroh yang tertuduh sering memasulkan hadits( Na'udzubullah) sebagaimana dikatakan dalam At Taqrib. Imam Ahmad bin Hambal dan Ibnu Ma’in juga berpendapat demikian yaitu Ibnu Abi Basroh sering memalsukan hadits. Sehingga Syeikh Al Albani berkesimpulan bahwa sanad hadits ini maudhu’ (palsu). (Lihat As Silsilah Adh Dho’ifah, no. 2132)

رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِيْ وَ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي .

Rajab adalah syahrullah (bulan Allah), Sya’ban adalah bulankuu dan Ramadhaan adalah bulan ummatku.” Dalam Al Jami’ Ash Shogir (6839), Syeikh Al Albani mengatakan bahwa hadits  ini dho’if/ Palsu/ Lemah.

SHOLAT 12 REKAAT

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam nishfu sya’ban sebanyak 12 raka’at, setiap raka’atnya membaca surat “Qul huwallahu ahad” sebanyak tiga puluh kali, maka dia tidaklah akan keluar sampai dia melihat tempat duduknya di surga …
Hadits ini dibawakan oleh Ibnul Jauziy dalam Al Maudhu’at (kumpulan hadits-hadits palsu). Ibnul Jauziy mengatakan bahwa hadits di atas adalah hadits maudhu’ (palsu) dan di dalamnya banyak perowi yang majhul (tidak dikenal). (Lihat Al Maudhu’at, 2/129)


BACA JUGA : HADITS PALSU SEPUTAR BULAN RAJAB


 ~oO[ @ ]Oo~

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "HADITS - HADITS PALSU MENGENAI NISFU SA'BAN YANG WAJIB ANDA KETAHUI"

Posting Komentar

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Dibagikan Kepada Teman Teman Agar Pahala Anda Mengalir Sebagai Sedekah .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel