Beginilah Tata Cara Mandi Janabat / Mandi Besar Sesui Tuntunan Nabi Muhammad - Tanya Jawab #3

 Tata Cara Mandi Janabat / Mandi Besar Sesui Tuntunan Nabi Muhammad


sebelum Ramadhan 1428 H 2017 kita akan memposting mengenai Tata cara mandi janabat. apa sih mandi janabat itu? Yaitu mandi besar / mandi membersihkan hadas besar seperti habis bersetubuh, habis haid. 
Pertanyaan :
Assalaamu 'alaikum ustadz, mohon dijelaskan tentang tatacara mandi janabat dan mandi Jum'at yang benar menurut Islam?soalnya saya ketika mandi selama ini masih ragu sudah benar atau belum. atas kjawabannya saya ucapkan terimakasih.

Jawab :
Wa 'alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Cara mandi janabat/haidh

a. Bagi laki-laki, wajib meratakan air ke seluruh tubuh.


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا اغْتَسَلَ مِنَ اْلجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِيْنِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوْءَهُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ يَاْخُذُ اْلمَاءَ فَيُدْخِلُ اَصَابِعَهُ فِى اُصُوْلِ الشَّعَرِ حَتَّى اِذَا رَاَى اَنْ قَدِ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ اَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ. مسلم 1: 253

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila mandi janabat, beliau memulai dengan mencuci dua tangannya. Kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya pada tangan kirinya, lalu mencuci kemaluannya. Kemudian beliau berwudlu seperti wudlu untuk shalat, lalu mengambil air (dengan tangan) dan memasukkan jari-jari beliau pada pangkal-pangkal rambut, sehingga apabila dirasanya sudah merata, barulah beliau menyiram kepala beliau tiga kali dengan kedua tangan. Kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya, lalu mencuci kedua kaki beliau”. [HR. Muslim I : 253]

b. Bagi wanita.

*   Bagian kepala cukup dengan disiram tiga kali, tanpa harus membuka sanggul rambutnya, namun apabila akan membuka sanggulnya, boleh juga .

*   Kemudian menyiramkan air ke seluruh tubuh hingga rata.

عَنْ اُمّ سَلَمَةَ قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى امْرَاَةٌ اَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِيْ اَفَاَنْقُضُهُ لِغُسْلِ اْلجَنَابَةِ؟ قَالَ: لاَ، اِنَّمَا يَكْفِيْكِ اَنْ تَحْثِى عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ ثُمَّ تُفِيْضِيْنَ عَلَيْكِ اْلمَاءَ فَتَطْهُرِيْنَ. مسلم 1: 259

Dari Ummu Salamah, ia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, saya adalah seorang wanita yang memintal (nglabang) rambut saya, oleh karena itu apakah saya harus membukanya untuk mandi janabat ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak, cukup bagimu hanya dengan menyiram kepalamu tiga kali siraman, kemudian kamu menyiramkan air ke seluruh tubuhmu. Dengan begitu kamu sudah bersih”. [HR. Muslim I : 259]

وَ فِى رِوَايَةٍ: فَاَنْقُضُهُ لِلْحَيْضَةِ وَ اْلجَنَابَةِ؟ فَقَالَ: لاَ. مسلم 1: 260

Dan dalam riwayat lain, “Apakah saya harus membukanya untuk mandi haidl dan janabat ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Tidak”. [HR. Muslim I : 260]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَأَلَتِ امْرَاَةٌ النَّبِيَّ ص: كَيْفَ تَغْتَسِلُ مِنْ حَيْضَتِهَا؟ قَالَ: فَذَكَرَتْ اَنَّهُ عَلَّمَهَا كَيْفَ تَغْتَسِلُ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهَّرُ بِهَا. قَالَتْ: كَيْفَ اَتَطَهَّرُ بِهَا؟ قَالَ: تَطَهَّرِى بِهَا، سُبْحَانَ اللهِ، وَاسْتَتَرَ (وَ اَشَارَ لَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ بِيَدِهِ عَلَى وَجْهِهِ). قَالَ: قَالَتْ عَائِشَةُ: وَاجْتَذَبْتُهَا اِلَيَّ وَ عَرَفْتُ مَا اَرَادَ النَّبِيُّ ص فَقُلْتُ: تَتَبَّعِى بِهَا آثَارَ الدَّمِ. مسلم 1: 260

Dari ‘Aisyah, ia berkata : Ada seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW, “Bagaimana caranya seorang wanita mandi dari haidlnya ?”. Perawi hadits berkata : Kemudian ‘Aisyah menyebutkan bahwa beliau mengajarkan cara mandi kepada wanita itu, “Kemudian (agar) ia mengambil kapas yang diberi misk, lalu ia gunakan untuk bersuci”. Wanita itu bertanya, “Bagaimana cara menggunakannya ?”. Beliau bersabda, “Kamu gunakan itu untuk bersuci. Maha Suci Allah”. Dan beliau berbisik, (Sufyan bin ‘Uyainah memberi isyarat kepada kami dengan tangannya pada wajahnya). Perawi melanjutkan ceritanya : ‘Aisyah berkata, “Lalu aku tarik wanita itu, dan aku tahu apa yang dikehendaki Nabi SAW. Lalu aku berkata kepadanya, “Usaplah bekas darah haidlmu dengan kapas itu”.[Muslim I : 260]                                                

BACA ARTIKEL SEBELUMNYA :

SEBAB SEBAB MANDI BESAR /JUNUB/ JANABAT

Beberapa keadaan yg diwajibkan untuk mandi junub :

1. Keluarnya Mani

Apakah karena syahwat atau lantaran sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau menjadi berikut :
(tulis haditsnya di Syarah Shahih Muslim An Nawawi jus 4 hal. 30 hadits ke 81)
Dari Abi Said Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda : Hanyalah air itu (yakni mandi) merupakan karena air jua (yakni karena keluar air mani. HR. Muslim dalam Shahihnya.
Dalam memberitahuakn hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : Dan Mananya merupakan : Tidak harus mandi dengan air, kecuali bila sudah munculnya air yg kental, yaitu mani.

2. Berhubungan Seks

Baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
(tulis haditsnya di Fathul Bari Ibni Hajar jilid 1 hal. 395 hadits ke 291)
Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa dia bersabda : Apabila seseorang laki-laki  telah duduk diantara empat bagian tubuh permpuan (yakni bekerjasama seks) kemudian beliau bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan wanita itu), maka benar-benar beliau sudah wajib  mandi karena itu. HR. Bukhari dalam Shahihnya.

3. Berhentinya Haid & Nifas

4. Mati dalam Keadaan Muslim

Anda Punya Pertanyaan Silahkan Kirimkan Pertanyaan anda ke pada kami dengan Berkomentar dibawah.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Beginilah Tata Cara Mandi Janabat / Mandi Besar Sesui Tuntunan Nabi Muhammad - Tanya Jawab #3"

Posting Komentar

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Dibagikan Kepada Teman Teman Agar Pahala Anda Mengalir Sebagai Sedekah .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel