HUKUM MEDOAKAN & MENSHOLATKAN ORANG TUA YANG KAFIR

HUKUM MEDOAKAN & MENSHOLATKAN ORANG TUA YANG KAFIR

✍ Berbhakti kepada Orang tua ✍


Pertanyaan :
Assalaamu 'alaikum ustadz, bagaimana menurut tuntunan Islam mendo'akan orang tua kandung kita yang sudah meninggal dan di masa hidupnya dia tidak menjalankan shalat, apakah do'a tersebut diterima? dan bagaimana Hukum nya mensholatkan jenazahnya. Karna di desa saya masih tetap di sholatkan jenazahnya?

Jawab :
Wa 'alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
saudaraku yang berbahagia. kita perlu tau dulu hadits ini siapasih yang disebut orang kafir itu?

من ترك الصلاة متعمدا فقد كفر جهارا. رواه أحمد.

"Man tarokash sholah muta'ammidan faqod kafaro jiharon"
Artinya :
“Barang siapa meninggalkan Sholat secara sengaja maka sungguh ia telah kafir secara terang-terangan. (H.R. Ahmad). hadits di atas jelas orang islam harus melaksanakan rukun islam juga harus sholat jika tidak maka Rosululloh mengatakan bahwa ia telah kafir nyata. 

Kalau ketika hidupnya tidak menjalankan shalat 5 waktu, ya tidak usah dido'akan. dan tidak usah disholatkan karna nabi dulu ketika mendoakan ibunya itu dilarang oleh Allah bahkan nabi pun di larang oleh Allah mensholatkan jenazah orang yang mati dalam kekafiran dan kemusyrikan. Mari kita simak berikut ini dasar dalil hadits dan ayat Al-quran dibawah ini. 

LARANGAN MENDOAKAN ORANG YANG MUSYRIK

Allah SWT berfirman :

مَا كَانَ لِلنَّبِيّ وَ الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْآ اُولِيْ قُرْبٰى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحَابُ الْجَحِيْمِ. التوبة: 1112

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahannam. [QS. At-Taubah : 113]

LARANGAN MEMINTAKAN AMPUN BAGI ORANG MUSYRIK & KAFIR

 Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun pada Allah bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu merupakan kaum kerabatnya,sehabis jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam . QS. At-Taubah 113)

 Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau nir engkau  memohonkan ampun bagi mereka adalah sama saja. Kendatipun engkau  memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun pada mereka. Yang demikian itu merupakan lantaran mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah nir memberi petunjuk pada kaum yang fasiq . QS.At-Taubah 80)

ROSULULLOH DILARANG MENDOAKAN IBUNYA

Sabda Rasulullah saw   Dari Abu Hurairah, Ia mengungkapkan : Rasulullah saw bersabda,  Aku minta idzin pada Tuhanku  buat memohonkan ampun ibuku, namun Dia tidak mengidzinkan ku dan aku  memohon idzin kepada Nya buat menziarahi quburnya, maka Dia mengidzinkan saya . (HR.Muslim juz 2 hal 671) Hadits Diatas jelas bahwa nabi dilarang mendoakan tapi di ijinkan untuk berziarah qubur. apa fungsi ziarah qubur itu? agar supaya kita bisa mengingat kematian. 

LARANGAN MENSHOLATKAN JENAZAH ORANG KAFIR DAN FASIQ

 Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan jenazah seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah engkau  berdiri mendo'akan di kuburnya. Sesungguhnya mereka sudah kafir pada Allah & Rasul-Nya & mereka mati pada keadaan fasik.

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengadzab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka pada keadaan kafir . QS At-Taubah 84-85

 Dari Abu Hurairah dia mengatakan : Nabi saw pernah berziarah qubur ke qubur ibunya, lalu dia menagis & mengakibatkan mengis juga orang-orang yg pada sekitarnya. Lalu dia bersabda,  saya minta idzin pada Tuhan ku untuk memintakan ampun ibuku, namun aku  nir pada idzinkan. Dan saya meminta idzin kepadanya untuk menziarahi qubur ibuku, kemudian di idzinkan. Maka berziarah qubur lah kalian, karena ziarah qubur itu mengingat mangkat  . HR. Muslim juz 2 hal 671

Dengan penjelasan beberapa firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw tersebut telah kentara dan gamblang bahwa mendoakan orang kafir & musyrik yang sudah mati itu aturan nya dihentikan keras. Kadang kebanyakan manusia memilih akalnya berdasarkan dalam memilih firman Allah swt & sabda Rasulullah saw, dengan gampang mengatakn merasa kasihan.Belim sadar kah kita bahwa hal itu di larang?
Atau apakah kita lebih pintar berdasarkan Allah swt & Rasulullah saw ?. Sehingga kita membuat cara sendiri ?Atau apa kita akan membangkang menggunakan petunjuk tadi ?.  Tentu jawaban itu terletak dalam diri kita masing-masing.

Kalau kita tunduk dan patuh terhadap aturan Allah & Rasul-Nya, maka kita nir akan mendoakan orang-orang tersebut & kita akan pada golongkan sebagai orang-orang yg sahih-sahih patuh terhadap Allah dan Rasul-Nya. Kalu kita nir mau tunduk menggunakan hukum Allah & Rasul-Nya, maka kita nir patut mengaku beriman. Meskipun kita beriman.

ORANG BERIMAN HARUS PATUH DAN TUNDUK ATAS PERINTAH ALLAH

 Dan tidak patut bagi pria yang mu'min dan tidak jua bagi perempuan   yg mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah tetapkan suatu ketetapan, akan terdapat bagi mereka pilihan yang lain mengenai urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh beliau sudah tersesat, sesat yang Nyata(konkret) . QS.Al-Ahzab 36

Masih belumkah terbukah kah hati kita, atau apa mungkin hati kita telah tertutup?. Sehingga hati kita sebagai keras, atau apa kita mau mengikuti umat yg terdahulu. Yang hatinya menjadi keras dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq.

 Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang yg beriman, buat tunduk hati mereka menginggat Allah & pada kebenaran yg sudah turun pada mereka, & janganlah mereka misalnya orang-orang yg sebelumnya sudah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka sebagai keras. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq . QS. Al Hadid 16

Bagaimana hati kita  menjawab pertanyaan Allah tersebut?. Pertanyaan tersebut tidah hanya pada jawab ya atau nir saja, tetapi wajib  sahih-sahih dengan pengamalan islam secara kafaah.
Tentu saja apabila kita sebagai orang muslim yang sejati jika Allah & Rasul-Nya memerintah kan sesuatu kita niscaya kita menjawab  kami mendengar & mentaatinya , bukan sebaliknya  kami mendengar tetapi kami ma'siat . Mari kita lihat dalam kehidupan sehari-hari,sudahkah kita bila Allah & Rasul-Nya memerintah kan sesuatu kita menjawab kami taat dan patuh atau kebalikannya ?.

Tidak sedikit pula ummat islam yang menjawab dengan istilah lain, bahkan jikalau pada ajak kembali pada al qur'an justru mereka menolak dan lebih bangga mengucapkan relatif kami mengikuti bapak-bapak kami melakukannya.

KEBANYAKAN MANUSIA HANYA MENGIKUTI NENEK MOYANG MEREKA DAHULU

 Dan apabila di katakan kepada mereka :  Ikutilah apa yang sudah pada turunkan Allah, mereka menjawab Tidak, namun kami hanya mengikuti apa yang sudah kami dapati dari perbuatan nenek moyang kami. Apakah mereka akan mengikuti jua. Walaupun nenek moyang mereka Tidak mengetahui suatu apapun dan nir mendapat petunjuk ?. QS.Al Baqarah 170)

 Jika dikatakan kepada mereka :  marilah mengikuti apa yg pada turunkan Allah dan mengikuti Rasul . Mereka menjawab :  Cukuplah buat kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya . Dan apakah mereka akan mengikuti jua nenek moyang mereka  walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak jua menerima petunjuk ?. (QS. Al- Maaidah 104)

 Dan bila pada katakan kepada mereka :  Ikutilah apa yg diturunkan sang Allah . Mereka menjawab :  Tidak , tapi kami hanya mengikuti apa yg kami dapati dar bapak-bapak kami mengerjakannya. Dan apakah mereka akan mengikuti bapak-bapak mereka walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yg menyala-nyala ( neraka ). (QS. Luqman 21)

Sebenarnya ayat itu di tunjukan kepada orang-orang kafir, namun Tidak sedikit juga orang islam yg mengucapkan misalnya itu.
Maka Tidak heran lagi, lantaran tradisi yg telah turun-menurun yang salah  itu. Memang kalau kita mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, maka banyak orang mengakatan ora umum atau asing. Namun berbahagialah bagi orang-orang yg asing itu.

Kalau kita di katakan misalnya itu jangan susah payah dan bersedih hati, lantaran kita termasuk orang yg asing itu.
Namun kalau kita mengikuti mereka maka poly orang yang berkomentar orang yg wawasannya luas, gampang bergaul dan di anggap sebagai teman setia. Tetapi wajib  pada jangan lupa ancaman Allah sangat keras. Sekarang kita tinggakl pilih yg mana, pilih dipercaya teman setia atau menentukan mematuhui aturan Allah ?
Jika kita nir tunduk dengan NYA ancaman Allah pada depan mata namun di sayangi rakyat, jika kita memilih Allah maka kita akan di benci rakyat.

 Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan engkau  menurut apa yang sudah Kami wahyukan kepadamu, supaya engkau  membuat yg lain secara bohong terhadap Kami ; dan bila telah begitu tentulah mereka merogoh kamu jadi sahabat yg setia.

Dan jika Kami tidak memperkuat hatimu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit pada mereka.
Kalau terjadi demikian, sahih-benarlah kami akan nikmati kepadamu siksaan berlipat ganda pada dunia dan begitu pula siksaan berlipat ganda setelah mati, dan engkau  tidak akan mendapat seseorang penolongpun terhadap Kami .QS. Al-Israa 73-75. wallahua'lam semua kebenaran hanya milik Allah jika ada perbedaan pendapat kita tetap saudara.

Demikian Jawabnnya semoga bisa menjawab apa yang menjadi keluhan saudara. jangan lupa untuk selalu mengikuti web kami dan mengkaji terus ilmu agama karna sebentar lagi ramadhan. ditahun 2017 ini semoga diberikan kelancaran dalam melaksanakan puasa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "HUKUM MEDOAKAN & MENSHOLATKAN ORANG TUA YANG KAFIR"

Posting Komentar

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Dibagikan Kepada Teman Teman Agar Pahala Anda Mengalir Sebagai Sedekah .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel