APAKAH BENAR SHOLAT DHUHA ITU UNTUK PELANCAR REJEKI ??

BENARKAH SHOLAT DHUHA SEBAGAI PELANCAR REJEKI



Pertanyaan :
Assalaamu 'alaikum ustadz. Masalah shalat Dluha itu apakah shalat untuk meminta rejeki /pelancar Rejeki? karena bnyak ustadz dan kyai bilang kita disuruh shlat dhuha agar rejeki lancar, Dan bagaimana cara pelaksanaannya, apa seperti shalat wajib, ustadz?
================================
Jawab :
Wa 'alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Shalat Dluha itu bukan untuk minta rezqi, pendapat itu sangat salah kaprah tetapi  sholat dhuha itu mengikuti sunnah Nabi, caranya shalat 2 rekaat salam, 2 rekaat salam. Boleh 2, 4, 6 atau 8 rekaat. juga berfadhilah untuk mensedekahi sendi kita. 

Dalil Perintah Nabi agar kita tidak meninggalkan sholat dhuha. 

Dalil-dalil pelaksanaan :
قَالَ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: اَوْصَانِى خَلِيْلِى ص بِثَلاَثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ اَيَّامٍ مِنْ كُلّ شَهْرٍ وَ رَكْعَتَيِ الضُّحَى وَ اَنْ اُوْتِرَ قَبْلَ اَنْ اَنَامَ. البخارى 2: 247
Telah berkata Abu Hurairah, “Kekasih saya (Nabi Muhammad SAW) telah berwashiyat kepada saya dengan tiga perkara yaitu : 1. Puasa tiga hari tiap-tiap bulan. 2. Shalat Dluha dua raka'at, dan 3. Shalat witir sebelum tidur”. [HSR. Bukhari juz 2, hal. 247]

Jumlah rekaat Sholat dhuha

عَنْ مُعَاذَةَ اَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشةَ رض: كَمْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُصَلّى صَلاَةَ الضُّحَى؟ قَالَتْ: اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَ يَزِيْدُ مَا شَآءَ. مسلم 1: 497

Dari Mu’adzah bahwasanya ia bertanya kepada ‘Aisyah RA, “Berapa raka’at Rasulullah SAW shalat dluha ?”. Jawab Aisyah, “Empat raka'at dan kadang-kadang beliau menambah dengan beberapa yang beliau kehendaki”. [HSR. Muslim juz 1, hal. 497]   hadits diatas jelas bahwa sholat dhuha yang sering dilaksanakan nabi muhammad itu berjumlah 4 rekaat. selebihnya juga tidak dilarang atau diperbolehkan karna nabi juga kadang menambah rekaatnya.


عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ اَبِى لَيْلَى قَالَ: مَا اَخْبَرَنِى اَحَدٌ اَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ ص يُصَلّى الضُّحَى اِلاَّ اُمُّ هَانِئٍ فَاِنَّهَا حَدَّثَتْ: اَنَّ النَّبِيَّ ص دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ. فصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، مَا رَأَيْتُهُ صَلَّى صَلاَةً قَطُّ اَخَفَّ مِنْهَا غَيْرَ اَنَّهُ كَانَ يُتِمُّ الرُّكُوْعَ وَ السُّجُوْدَ. مسلم 1: 497
Dari ‘Abdur Rahman bin Abu Laila, ia berkata : Tidak ada seseorang yang mengkhabarkan kepadaku bahwa ia melihat Nabi SAW shalat Dluha kecuali Ummu Hani’. Sesungguhnya ia berkata, “Bahwasanya Nabi SAW masuk ke rumahnya pada waktu Fathu Makkah, kemudian beliau shalat Dluha delapan raka'at, saya tidak pernah melihat beliau shalat yang lebih ringan dari pada itu, namun beliau tetap menyempurnakan ruku’ dan sujudnya”. [HR. Muslim juz 1, hal. 497]

Keutamaan Sholat Dhuha

عَنْ اَبِى ذَرّ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ قَالَ: يُصْبِحُ عَلَى كُلّ سُلاَمَى مِنْ اَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَ كُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَ كُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَ كُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَ اَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَ نَهْيٌ عَنِ اْلمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَ يُجْزِئُ مِنْ ذلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحى. مسلم 1: 498

Dari Abu Dzarr, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, “Setiap pagi, tiap-tiap ruas sendi seseorang diantara kalian ada sadaqahnya. Maka setiap tasbih itu sadaqah, setiap tahmid itu sadaqah, setiap tahlil itu sadaqah dan setiap takbir itu sadaqah, amar ma’ruf itu sadaqah, nahi munkar itu sadaqah, dan mencukupi yang demikian itu dengan shalat Dluha dua rekaat”. [HR. Muslim juz 1, hal. 498]


 BACA JUGA : DALIL PERINTAH BERHIJAB DAN MAMAKAI KAOS KAKI

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "APAKAH BENAR SHOLAT DHUHA ITU UNTUK PELANCAR REJEKI ??"

Posting Komentar

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Dibagikan Kepada Teman Teman Agar Pahala Anda Mengalir Sebagai Sedekah .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel