DALIL MENUNTUT ILMU AKAN DIMUDAHKAN JALAN MENUJU SYURGA

Assalamualaikum mau tanya ustadz minta hadist dong tentang orang yang mendatangi majlis ilmu akan dimudahkan pintu surga?

BACA ARTIKEL SEBELUMNYA : APAKAH BENAR SHOLAT DHUHA SEBAGAIPELANCAR REJEKI
Wa'alaikumussalam

 عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمـِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ،  وَ مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ. وَ اللهُ فِى عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ. وَ مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَ يَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ اِلاَّ نَزَلَتْ  عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ، وَ غَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَ حَفَّتْهُمُ اْلمَلاَئِكَةُ  وَ ذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ. وَ مَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ. ...مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa menolong orang Mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya di dunia, maka Allah akan menghilangkan baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari qiyamat. Barang-siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan, maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat. Barangsiapa yang menutupi cela orang Muslim, maka Allah akan menutupi celanya di dunia dan akherat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu senang menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam suatu masjid dari masjid-masjid Allah, mereka membaca dan bertadarus Al-Qur'an, kecuali turunlah ketenangan jiwa dan rahmat kepada mereka, dan para malaikat menaungi mereka. Dan Allah akan menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya. Dan barangsiapa yang malas beramal, maka tidak akan mencapai pada martabat orang yang beramal”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2074]

عَنْ كَثِيْرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا مَعَ اَبِى الدَّرْدَاءِ فِى مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا اَبَا الدَّرْدَاءِ اِنِّيْ جِئْتُكَ مِنْ مَدِيْنَةِ الرَّسُوْلِ ص لِحَدِيْثٍ بَلَغَنِيْ اَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص مَاجِئْتُ لِحَاجَةٍ، قَالَ فَاِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا مِنْ طُرُقِ  اْلجَنَّةِ. وَ اِنَّ اْلمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ اَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ اْلعِلْمِ ، وَ اِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّموَاتِ وَ اْلاَرْضِ وَ اْلحِيْتَانُ فِى جَوْفِ اْلمَاءِ، وَ اِنَّ فَضْلَ اْلعَالِمِ عَلَى اْلعَابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ عَلَى سَائِرِ اْلكَوَاكِبِ، وَ اِنَّ اْلعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلاَنْبِيَاءِ. وَ اِنَّ اْلاَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَ لاَ دِرْهَمًا،  وَرَّثُوا اْلعِلْمَ. فَمَنْ اَخَذَهُ اَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (ابو داود و الترمذى)

Dari Katsir bin Qais, ia berkata, Dulu saya sedang duduk bersama Abu Darda' di dalam masjid Damsyiq, lalu datang seorang laki-laki kepadanya dan berkata, "Hai Abu Darda', sesungguhnya aku datang kepadamu dari kota Rasul SAW karena sebuah hadits yang sampai kepadaku bahwasanya engkau menceritakannya dari Rasulullah SAW, dan bukanlah aku datang untuk keperluan yang lain". (Abu Darda') berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barang-siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka  Allah akan menjadikan untuknya suatu jalan dari jalan-jalan ke surga. Sesung-guhnya para malaikat menaungi dengan sayapnya karena ridla kepada orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya orang alim itu dimohonkan ampun baginya oleh penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan orang alim atas orang yang beribadah (tetapi tidak alim) adalah seperti bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, namun mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengam-bilnya, berarti ia telah mengambil bagian yang banyak sekali". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 317]

demikian artikel dari kami tentang Dalil fadhilah menuntu ilmu akan dipermudah jalan menuju syurga  semoga bermanfaat untuk kita semuanya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "DALIL MENUNTUT ILMU AKAN DIMUDAHKAN JALAN MENUJU SYURGA"

Posting Komentar

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Dibagikan Kepada Teman Teman Agar Pahala Anda Mengalir Sebagai Sedekah .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel